Pages

Total Tayangan Halaman

Kamis, 19 Mei 2011

Manusia Dan Kebudayaan


Ilmu Budaya Dasar
Manusia dan Kebudayaan
1ia03

Disusun oleh :
  • Mochamad Yudha Sugiarto Sultan 54410445            
  •  Edith Pradipta 52410242      
  •  Hutomo Prima D 53410339    
  •  Sayid Muhammad 56410423      
  •  Khoirul Huda

Universitas Gunadarma
2011

Sebagai mahkluk social yang berkumpul dan menetap tentunya manusia mengadakan interaksi terhadap sesamanya. Dan selain berinteraksi dengan sesamanya tentunya manusia juga mengadakan interaksi terhadap linkungan alam diamana ia tinggal. Didalam interaksi itu yang dilakukan terus-menerus bahkan dapat menimbulkan sesuatu hal/kebiasaan dalam lingkungan masyarakat yang berulang dan menjadi kebiasaan atau diturunkan kepada masyarakat selanjutnya, hal ini kerap dikenal dengan istilah Kebudayaan.
Jika kita mengamati seluruh kelompok manusia di muka bumi ini, tentunya kita dapatkan berbagai corak Kebudayaan yang berbeda-beda. Bahkan jika dipersempit untuk mengamati Negara kita saja Indonesia, tentunya kita dapat melihat banyak sekali perbedaan Kebudayaan di setiap daerah dari sabang sampai merauke (daerah barat sampai daerah timur Indonesia).
Jika kita telaah tentunya perbedaan Kebudayaan ini sangatlah wajar, karena perbedaan yang dimiliki oleh faktor alam, manusia itu sendiri dan berbagai faktor lainnya yang menyebabkan berbagai corak kebudayaan  tersebut.
Pengertian kebudayaan banyak sekali dikemukakan oleh para ahli, salah satunya dikemukakan oleh Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, yang mendefinisikan bahwa Kebudayaan adalah semua hasil dari karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari pengertian tersebut menunjukan bahwa kebudayaan itu merupakan keseluruhan dari pengetahuan manusia sebagai mahkluk social, yang digunakan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi. Atas dasar itulah para ahli mengemukakan adanya 7 unsur kebudayaan, yaitu sebagai berikut :
  1. Unsur Religi
  2. Sistem Kemasyarakatan
  3. Sistem peralatan
  4. Sistem mata pencaharian hidup
  5. Sistem bahasa
  6. Sistem pengetahuan
  7. Seni.
Dalam perkembangannya suatu kebudayaan itu tidaklah bersifat statis (tetap) melainkan bersifat dinamis. Hal ini disebabkan karena berbagai kelompok manusia yang memiliki kebutuhan tertentu saling berinteraksi satu kelompok dengan kelompok lainnya, tentunya melalui interaksi manusia itu terjadi perubahan kebudayaan karena dipengaruhi oleh kebudayaan lainnya.
Contoh-nya dapat kita perhatikan kebudayaan Indonesia pada abad 19 dengan perhatikan kebudayaan Indonesia pada abad 20 (Sekarang) tentunya dapat dilihat perbedaanya. Bahkan perubahan kebudayaan yang dimiliki oleh sangatlah dinamis terutama di daerah perkotaan maju seperti Jakarta, yang kebudayaannya sudah banyak dipengaruhi oleh kebudayaan barat.
Tapi ironi terjadi di masyarakat Indonesia dimana perubahan kebudayaan yang terjadi di Negara ini terlalu besar, bahkan terkesan terlalu menyerap kebudayaan asing, sehingga mengabaikan kebudayaan yang sudah ada. Hal ini dapat dilihat dari cara berkomunikasi, cara berpakaian, dan pola piker yang sangatlah berbeda.
Tentunya hal ini sedikit meresahkan karena banyak kebudayaan asing yang diserap tanpa ditimbang-timbang terlebih dahulu. Bahkan banyak para ahli mengemukakan bahwa kebudayaan yang diserap dengan gamblang dapat berdampak negatif bagi lingkungan sekitar. Maka dari itu saat ini banyaklah usaha-usaha untuk mempertahankan kebudayaan kita, dan menganggap bahwa kebudayaan Indonesia sangat berharga dan harus dilestarikan.
Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini.  Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku. Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan  manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya.
Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Hasil karya manusia  menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai
1.      Suatu hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya
2.      Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.
3.      Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4.      Pembeda manusia dan binatang
5.      Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.
6.      Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.
7.      Sebagai modal dasar pembangunan.
Pengaruh Budaya Terhadap Lingkungan
Budaya yang dikembangkan oleh manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang. Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakatnya yang tampak dari luar. Dengan menganalisis pengaruh akibat budaya terhadap lingkungan seseorang dapat mengetahui, mengapa suatulingkungan tertentu akan berbeda dengan lingkungan lainnya dan mengasilkan kebudayaan yang berbeda pula.
Beberapa variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan dan lingkungan:
1.      Phisical Environment yaitu lingkungan fisik menunjuk kepada lingkungan natural seperti flora, fauna, iklim dan sebagainya.
2.      Cultural Social Environment, meliputi aspek-aspek kebudayaan beserta proses sosialisanya seperti : norma-norma, adat istiadat dan nilai-nilai.
3.      Environmental Orientation and Representation, mengacu pada persepsi dan kepercayaan kognitif yang berbeda-beda pada setiap masyarakat mengenai lingkungannya.
4.      Environmental Behaviordan and Process, meliputi bagaimana masyarakat menggunakan lingkungan dalam hubungan sosial.
5.      Out Carries Produc, Meliputi hasil tindakan manusia seperti membangun rumah, komunitas dan sebagainya.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan dalam lingkungan tertentu berimplikasi terhadap pola tata laku, norma, nilai dan aspek kehidupan lainnya yang menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya.
Proses Dan Perkembangan Kebudayaan
Kebudayaan adalah hasil cipta, karsa dan rasa manusia oleh karenanya kebudayaan mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dengan perkembangan manusia itu. Perkembangan tersebut dimaksudkan untuk kepentingan manusia itu sendiri, karena kebudayaan diciptakan oleh dan untuk manusia.
Kebudayaan yang dimiliki suatu kelompok sosial tidak akan terhindar dari pengaruh kebudayaan kelompok-kelompok lain dengan adanya kontak-kontak antar kelompok atau melaui proses difusi. Suatu kelompok sosial akan mengadopsi suatu kebudayaan tertentu bilamana kebudayaan tersebut berguna untuk mengatasi atau memenuhi tuntunan yang dihadapinya.
Pengadopsian suatu kebudayaan tidak terlepas dari pengaruh faktor-faktor lingkungan fisik. Misalnya iklim topografi sumber daya alam dan sejenisnya. Dari waktu ke waktu, kebudayaan berkembang seiring dengan majunya teknologi (dalamhal ini adalah sistem telekomunikasi) yang sangat berperan dalam kehiduapan setiap manusia.
Perkembangan zaman mendorong terjadinya perubahan-perubahan disegala bidang, termasuk dalam kebudayaan. Mau tidak mau kebudayaan yang dianut suatu kelompok sosial akan bergeser. Suatu kelompok dalam kelompok sosialbisa saja menginginkan adanya perubahan dalam kebudayaan yang mereka anut, dengan alasan sudah tidak sesuai lagi dengan zaman yang mereka hadapi saat ini. Namun, perubahan kebudayaan ini kadang kala disalah artikan menjadi suatu penyimpangan kebudayaan.
Hal yang terpenting dalam proses pengembangan kebudayaan adalah dengan adanya kontrol atau kendali terhadap prilaku reguler (yang tampak) yang ditampilkan oleh para penganut kebudayaan. Karena tidak jarang perilaku yang ditampilkan sengat bertolak belakang dengan budaya yang dianut didalam kelompok sosial yang ada di masyarakat. Sekali lagi yang diperlukan adalah kontrol / kendali sosial yang ada di masyarakat sehingga dapat memilah-milah mana kebudayaan yang sesuai dan mana yang tidak sesuai.
Problematika Kebudayaan
Seiring dengan perkembangannya, kebudayaan juga mengalami beberapa problematika atau masalah masalah yang cukup jelas yaitu :
1.      Hambatan budaya yang ada kaitannya dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan.
2.      Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan sudut pandang atau persepsi.
3.      hambatan budaya yang berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan.
4.      Masyarakat terpencil atau terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat lainnya.
5.      Sikap Tradisionalisme yang berprasangaka buruk terhadap hal-hal yang baru
6.      Mengagung-agungkan kebudayaan suku bangsanya sendiri dan melecehkan budaya suku bangsa lainnya atau lebih dikenal dengan paham Etnosentrisme.
7.      Perkembangan Iptek sebagai hasil dari kebudayaan.
Perubahan Kebudayaan
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa kebudayaan mengalami perkembangan (dinamis) sesuai dengan perkembangan manusia itu sendiri, oleh sebab itu tidak ada kebudayaan yang bersifat statis. Dengan demikian, kebudayaan akan mengalami perubahan. Adalima penyebab terjadi perubahan kebudayaan yaitu:
1.      Perubahan lingkungan alam
2.      Perubahan yang disebabkan adanya kontak dengan kelompok lain
3.      Perubahan karena adanya penemuan (discovery)
4.      Perubahan yang terjadi karena suatu masyarakat atau bangsa mengadopsi beberapa elemen kebudayaan material yang telah dikembangkan oleh bangsa lain ditempat lain.
5.      Perubahan yang terjadi karena suatu bangsa memodifikasi cara hidupnya dengan mengadopsisuatu pengetahuan atau kepercayaan baru atau karena perubahan dalam pandangan hidup dan konsepsinya tentang realitas.
Namun, perubahan kebudayaan sebagai hasil cipta, karsa dan rasa manusia adalah tentu saja perubahan yang memberi nilai manfaat bagi manusia dan kemanusian, bukan sebaliknya yaitu yang akan memusnakan manusia sebagai pencipta kebudayaan tersebut.


Jumat, 14 Januari 2011

Peran ANNOUNCER dalam dunia Streetball

Announcer salah satu elemen penting dalam sebuah game streetball. karena, perna seorang Announcer disamping mengomentari permainan, dapat juga mengontrol pertandingan. Karena sifat atau karakter dari seorang Announcer adalah memprovokasi permainan. Seorang Announcer juga dapat menciptakan suasana penonton. Dia dapat membuat penonton terdiam, berteriak - teriak, bahkan heboh, sampai - sampai mereka masuk kedalam lapangan.
Sejarah streetball Announcer dimulai di Rucker Park. ketika banyaknya turnamen Streetball yang diadakan di New York. Pada saat itu, salah satu event organizer dari turnamen - turnamen tersebut ingin membuat konsep baru dari turnamen - turnamen yang sudah ada, yaitu menyatukan elemen hip hop dan bola basket sehingga membuat permainan lebih menghibur. Konsep baru ini ditunjang dengan menyewa seperangkat sound system, DJ, dan microphone.
Mereka ingin membuat atmosfer turnamen seperti pertandingan - pertandingan bola basket di TV. Ternyata, hasilnya malah lebih menghibur dari yang diharapkan. Atmosfer entertaiment yang ada sangat kental tercipta disana karena interaksi pemain, penonton, dan seorang Announcer. Sebelum microphone tanpa kabel ditemukan, MC biasanya hanya diam disamping lapangan atau ditempat DJ berada. Setelah adanya cordless microphone, MC pertandingan menjadi lebih bebas dan lebih bisa berinteraksi dengan semuanya. Dengan demikian, situasi dalam permainan ini menghasilkan suasana yang sangat menghibur.

A.K.A (as know as) dalam dunia Streetball

Dalam permainan Streetball, setiap pemain biasanya mempunyai a.k.a atau nickname sendiri yang diberikan oleh orang lain atas permainan mereka. Contohnya, Stephon Marbury (pemain NBA) a.k.a The Starbury. Nickname ini diperoleh karena permainannya yang selalu bersinar bagaikan sebuah bintang. Atau, Wally Dixon (pemain di tim AND1) a.k.a The Main Event. Dia mendapatkan a.k.a itu ketika melakukan 360 alley oop dunk di Rucker Park. Saat itu, penonton sangat heboh, dan akhirnya, Duke Tango sang MC Game atau biasanya disebut P.A (performer announcer) Legendaris memberikan a.k.a The Main Event.
Setiap a.k.a harus berdasarkan kesamaan antara nama julukan dan permainannya. Kita tidak bisa asal - asalan memberi nama julukan. Contohnya Anti Gravity, tetapi orang yang mempunyai julukan tersebut tidak bisa menyentuh backboard (papan komponen ring basket). atau Speedy, tetapi kecepatan permainannya tidak lebih dari kecepatan seekor siput.
A.k.a bagi pemain streetball adalah sebuah "sertifikat kelahiran kedua". A.k.a adalah hal yang penting bagi mereka. Karena a.k.a ini sebuah simbol seorang pemain basket atas pembuktian skill permainan mereka. Dan mereka tidak bisa berganti - ganti nama julukan tersebut seenaknya. Sebuah nickname akan menempel pada pemain ini selamanya sehingga membutuhkan usaha untuk menjaganya.

Arti STREETBALL

Streetball berasal dari kata Street dan Basketball, yang jika digabungkan menjadi bola basket jalanan. Tapi Streetball lebih dari hanya sekedar permainan bola basket. Streetball adalah kebebasan, kehormatan, dan kecintaan terhadap permainan dan lingkungan sekitar. Tanpa respek untuk permainan bola basket, tidak akan ada permainan bola basket.
Streetball dan Regular Baketball adalah dua olahraga yang berbeda. Sebuah permainan Basketball diatur oleh wasit dengan aturan - aturan yang sangat kompleks, dan juga biasanya basketball adalah permainan indoor yang lapangan basketnya harus memakai atap.
Streetball berlawanan dengan Regular Basketball. Streetball mencoba seorang pemain menjadi kreatif dan mendobrak aturan - aturan yang ada, tetapi masih mengikuti aturan permainan basketball yang mendasar seperti foul, out, dan sebagainya.
Streetball juga terkenal dengan olahraga outdoor, tidak perlu atap untuk bermain bola basket sehingga bisa bermain dan memainkannya dimana saja. Bisa dijalanan, digarasi mobil, atau dilapangan basket yang ring basketnya hanya satu, sehingga membuat orang tidak hanya berpikir bahwa permainan basket harus satu lapangan dan orang yang lengkap baru bisa bermain basket. Streetball cukup dengan satu ring basket, dan para pemain bisa memodifikasi sehingga lahirlah istilah permainan 3on3.
tanpa kecintaan dan menghayati permainan, Streetball tidak ada artinya. kembali lagi pada setiap individu masing - masing apakah mau menjalaninya atau tidak. karena itu, Streetball adalah suatu kebebasan yang tidak mengikat.
Salah satu alasan mengapa Streetball itu sangat kuat didalam dan diluar lapangan, karena semua pemain ataupun penontonnya datang dengan satu visi, yaitu mencintai permainan ini. Ia tidak memandang tua, muda, laik - laki, perempuan, kecil, besar, kulit putih, hitam, pendek , atau tinggi. Mereka datang dari budaya dan komunitas berbeda, tetapi ketika masuk dalam suatu permainan Streetbal, semuanya SAMA !

Sejarah Bola Basket Jalanan (Street Basketball)

Olahraga basket ditemukan pertama kali oleh Dr.James Naismith pada 1891 di Springfield, Massachusetts. Awalnya permainan ini diciptakan untuk mengisi waktu para siswanya pada musim dingin yang panjang di New England. Dan setelah dipatenkan di YMCA, olahraga ini menjadi olahraga yang populer di dunia. Tentu saja dengan aturan main yang semakin sempurna.
Dalam perkembangannya, olahraga basket melahirkan jenis atau macam - macam, sebut saja Streetball. Olahraga ini merupakan sebutan untuk permainan basket yang dimainkan di luar lapangan atau gym. Streetball berasal dari kata Street Basketball, apabila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia mempunyai arti Bola Basket Jalanan.
Walaupun mempunyai persamaan dengan permainan basket biasa, ada hal lain yang membuat Streetball berbeda dengan permainan basket biasa. Permainan ini mempunyai makna lebih, yaitu tentang kecintaan (love) dan penghargaan (respect), baik terhadap permainan, pemain, maupun terhadap lingkungan.
Streetball adalah salah satu cara menikmati permainan yang dimainkan. Terkadang, permainan ini cenderung keras. Tidak jarang, para pemain menderita cidera karena streetball itu bertujuan untuk mengesankan dan mendapatkan respek dari pemain dan para penonton. Biasanya, para pemain mendapat julukan - julukan atau a.k.a (as know as) dari MC game atau penonton atas permainan (aksi) mereka yang memukau. Bagi mereka, julukan itu sebagai pengesahan nama baru yang mereka bawa sampai akhir hayatnya.
Kalau merujuk dari sejarahnya, streetball mulai membudaya hampir enam puluh tahun yang lalu, tepatnya pada 1946. Pegawai New York City of Parks yang bernama Holcombe Rucker, yang lebih dikenal dengan sebutan Mr. Rucker memulai turnamen basket yang bertujuan menjadi sarana kegiatan untuk generasi muda dari lingkungan tempat dia tinggal. Disana, tingkat kriminalitas sangat tinggi dan mayoritas pelaku kriminalnya adalah generasi muda kota New York. Agar mereka mempunyai kegiatan positif, maka liga itu diadakan. Atas jasa - jasanya, lapangan itu dinamai Holcombe Rucker Park yang berlokasi di 155th Street and Eight Avenue. Dan saat itulah turnamen musim panas dimulai.

** to be continue **